Wednesday, September 8, 2010

Hillary Clinton tolak Hari Pembakaran Quran

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..
Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. Dia mendukung segala bentuk kecaman dan protes terkait pembakaran al-Quran..
 
VIVAnews - Rencana aksi pembakaran al-Quran tanggal 11 September mendatang oleh sebuah sekte kecil di Florida, Amerika Serikat (AS), menuai tentangan banyak pihak, baik di AS maupun di seluruh dunia. Rencana pembakaran kitab suci agama Islam ini dinilai merupakan aksi yang memalukan dan kurang ajar.

Demikian Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. Dia mendukung segala bentuk kecaman dan protes terkait pembakaran al-Quran yang digagas oleh Pendeta Terry Jones dari Dove World Outreach Center.

Hal itu disampaikan Clinton pada acara berbuka puasa yang diadakan Kementerian Luar Negeri yang mengundang para duta besar tokoh-tokoh muslim Amerika Selasa malam waktu setempat.

“Kita duduk bersama untuk makan disini seiring dengan berita yang melaporkan sebuah pendeta di Gainesville, Florida, berencana membakar kitab suci al-Quran pada 11 September nanti. Saya terharu dengan adanya kecaman yang tegas yang datang dari para pemuka Kristen Evangelis, Rabi Yahudi dan para pemimpin sekuler AS serta para pembuat keputusan mengenai aksi yang memalukan dan kurang ajar ini,” ujar Clinton.

Berbicara di hadapan sekitar 230 tamu, diantaranya adalah para duta besar, para pemimpin organisasi non-pemerintah, dan 70 pemimpin muda Muslim Amerika, Clinton menjelaskan bahwa sejarah Amerika dimulai dari toleransi antar umat beragama, dan hal ini akan tetap dijaga oleh pemerintah AS.

“Komitmen kami atas toleransi antar umat beragama kembali kepada sejarah awal bangsa kita,” ujar Clinton seperti dilansir dari laman New York Post.

Pada kesempatan itu, Clinton menyebutkan bahwa Ramadhan adalah bulan dimana para muslim di dunia melakukan puasa, beribadah dan perbuatan baik lainnya. Dia mengatakan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk bercermin dan introspeksi, serta giat beramal dan berbuat baik.

“Jadi malam ini, di saat kita merayakan kebersamaan, mari kita giatkan mencari jalan bagaimana kita dapat membangun ikatan yang lebih luas dan lebih erat dalam saling pengertian, saling menghargai dan saling kerjasama di antara masyarakat dari beragam kepercayaan di masa yang akan datang, di sini dan di seluruh dunia,” katanya.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Philip Crowley juga mengecam rencana aksi pembakaran al-Quran oleh Terry Jones. Dia mengatakan bahwa hal itu bukanlah cara untuk memperingati 11 September. Dia menyebut aksi itu sangat provokatif dan tidak mencerminkan sikap bangsa Amerika.

“Rencana pembakaran al-Quran sangat bertentangan dengan nilai-nilai kita, bertentangan dengan bagaimana peradaban sipil memasuki negara ini. Maka dari itu, Kami ingin agar lebih banyak lagi warga Amerika yang menentang hal ini dan mengatakan bahwa tindakan itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika,” ajaknya kepada seluruh rakyat Amerika.

Sementara itu, walaupun mendapat banyak kecaman dari negaranya dan seluruh dunia, Terry Jones mengatakan akan tetap maju dengan rencananya.

Sebelumnya, pangliman pasukan AS di Afganistan khawatir bahwa tindakan Jones ini akan memicu lebih banyak lagi kekerasan di Timur Tengah. Dia khawatir pembakaran yang dilakukannya akan dapat membahayakan tentara AS di Afghanistan seiring semakin anarkisnya unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Afghanistan. (Associated Press)

sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20100908/twl-menlu-as-tolak-rencana-pembakaran-qu-cfafc46.html

baca juga artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements