Sunday, September 26, 2010

Nelayan China dipulangkan , Jepang Berkelit

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..
KOMPAS.com - Ini masih soal sengketa Jepang dan China mengenai penangkapan kapten kapal nelayan China, Zhan Qixiong. China sebelumnya meminta Jepang untuk meminta maaf secara resmi dan membayar ganti rugi atas penahanan tersebut.

"Ini merupakan tindakan yang melanggar kedaulatan China dan hak asasi manusia seorang warga negara Cina dan pemerintah Cina memprotes keras tindakan tersebut," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri China.

Sudah bisa diduga, sebagaimana warta AP dan AFP pada Sabtu (25/9/2010), Jepang menolak permintaan China itu. "Permintaan China tidak berdasar dan tidak bisa diterima," begitu jawaban Kementerian Luar Negeri Jepang.

Kapal penangkap ikan China bertabrakan dengan dua kapal penjaga pantai Jepang di perairan yang diperebutkan kedua negara. Kapten dan anak buah kapal kemudian ditangkap oleh Jepang dan masalah ini memicu pertikaian terburuk antara kedua negara selama beberapa tahun terakhir.

Mereka semua telah dibebaskan termasuk Zhan Qixiong. Namun China tetap menahan empat warga negara Jepang yang dicurigai masuk ke zona militer terbatas di China utara.

Hubungan

Pihak penuntut di Jepang mengatakan keputusan untuk membebaskan kapten kapal China diambil karena hubungan Beijing dan Tokyo semakin buruk.

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan tujuan pembebasan adalah untuk mendorong hubungan "yang sama-sama menguntungkan" dengan China.

Zhan Qixiong bertolak dari Okinawa, Jepang, Jumat malam waktu setempat dengan menggunakan pesawat carter khusus yang dikirim oleh pemerintah China.

Setelah mendarat di bandar udara Fuzhou, Provinsi Fujian, dia menyatakan lega bisa menghirup udara bebas dan menegaskan lagi bahwa dia tidak bersalah. "Kepulauan Diaoyutai adalah bagian wilayah China. Saya ke sana untuk menangkap ikan. Itu tindakan sah," katanya.

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2010/09/25/20444020/Jepang.Menolak.Permintaan.China

baca juga artikel ini :

Advertisements

Advertisements