Thursday, October 21, 2010

Keterangan Pers SBY usai meninjau Wasior

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DI BANDAR UDARA RENDANI, MANOKWARI
15 OKTOBER 2010

Saudara-Saudara,

Sebelum saya dan rombongan bertolak ke Kendari untuk melakukan pengisian bahan bakar dan melaksanakan pertemuan singkat dengan gubernur dan pejabat daerah, saya ingin menyampaikan penjelasan kepada saudara semua berkaitan dengan kunjungan saya dan rombongan ke Papua Barat kali ini. Meskipun agenda utama kunjungan saya ke Papua Barat kali ini adalah untuk melihat langsung, untuk memastikan dan untuk memberikan arahan kepada Provinsi Papua Barat, serta unsur pemerintah pusat yang melaksanakan kegiatan tanggap darurat, baik di Kabupaten Teluk Wondama, utamanya di Distrik Wasior dan juga kegiatan yang ada di Manokwari ini.

Saya juga menggunakan kesempatan untuk berbicara secara mendalam kepada Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat, guna meningkatkan lebih lanjut pelaksanaan pembangunan di kedua provinsi ini.

Dalam perjalanan kami di atas kapal KRI Hasanudin, Rabu malam dan Kamis siang, saya memimpin rapat di atas kapal untuk membahas secara mendalam kedua agenda ini, kegiatan tanggap darurat dan persiapan rehabilitasi, serta rekonstruksi pasca bencana, juga agenda pembangunan di kedua provinsi ini ke depan.

Tadi pagi, saya pimpin rapat sekali lagi, dan telah kita tetapkan sejumlah keputusan, serta kebijakan yang akan dijalankan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menyangkut kedua hal tadi, tanggap darurat, serta rekonstruksi di rehabilitasi pasca bencana dan juga kegiatan pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan di kedua provinsi di masa depan ini.

Yang ingin saya sampaikan adalah pertama, berkaitan dengan langkah-langkah pemerintah pasca bencana di Distrik Wasior, utamanya Kabupaten Teluk Wondama. Pertama, tanggap darurat yang telah saya perpanjang dua minggu terhitung mulai tanggal 18 Oktober, saya berharap bisa dikelola dengan baik. Sebagai penjuru adalah pemerintah daerah, Pak Gubernur, Pak Bupati dengan jajarannya, dari pusat adalah BNPB. Setelah itu, dalam waktu dekat mendatang, kita akan segera membangun hunian sementara. Oleh karena itu, kepada Saudara Gubernur dan Saudara Bupati agar segera ditetapkan di mana tempat untuk membangun hunian sementara itu.

Hunian sementara itu meskipun sementara, tetapi saya berharap tetap layak dengan sanitasi yang baik dan air yang cukup. Untuk pengerjaan atau pembuatannya, di samping Operasi Bhakti dari jajaran TNI dan sedikit elemen Polri yang akan segera dilakukan, saya bersetuju dengan usulan dari pimpinan daerah bahwa tenaga kerja lokal, saudara-saudara kita juga diberikan kesempatan untuk ikut membantu itu, sehingga ada penghasilan secukupnya selama berada dalam masa tanggap darurat. Saya berharap pembangunan hunian sementara ini bisa dimulai dalam masa tanggap darurat. Dengan demikian, segera setelah itu, setelah master plan disusun dalam bulan ini juga bisa segera dilanjutkan dalam tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi.

Saudara-saudara,
Yang kedua, yang ingin saya jelaskan pada hari ini, kemarin-kemarin belum saya jelaskan apa yang kami diskusikan secara mendalam. Saya dengan para menteri dan dengan kedua gubernur, Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat. Pertama, Inpres Nomor 5 Tahun 2007, yang intinya adalah percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat, saya instruksikan untuk segera dievaluasi, dilakukan koreksi, dengan demikian, bisa berhasil lebih baik lagi. Inpres Nomor 5 itu sasarannya, antara lain, yang penting adalah masalah kecukupan pangan, masalah penanganan kesehatan masyarakat, masalah pembangunan infrastruktur dasar, kemudian juga hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan di daerah. Tentu masih ada lagi agenda yang saya harapkan ini berlanjut lebih efektif lagi, lebih berhasil lagi.

Di samping Inpres Nomor 5 ini akan kita tingkatkan efektivitasnya dan penjurunya adalah tetap kedua gubernur. Kami telah membahas secara mendalam dan saya telah memutuskan agar 4 tahun mendatang ini dibangun proyek-proyek atau kawasan ekonomi khusus, baik di Papua maupun di Papua Barat, dengan tujuan agar lebih banyak lagi barang dan jasa yang diproduksi di Papua ini. Dengan demikian, apa yang diperlukan oleh masyarakat Papua tidak semuanya harus didatangkan dari daerah lain, misalkan industri di Pulau Jawa ataupun di Sulawesi Selatan yang jelas harganya akan sangat mahal, karena memerlukan angkutan yang panjang. Kita ingin sebagian sudah bisa diproduksi atau dihasilkan di provinsi ini.

Telah kita tetapkan 4 tahun mendatang harus sudah kita mulai pembangunan kawasan ekonomi khusus atau cluster ekonomi, dua di Papua, satu di Papua Barat. Yang saya maksudkan dengan kawasan ekonomi atau cluster ekonomi ini, dua untuk Papua sebagaimana rekomendasi dari Gubernur Papua, saya setujui dan pemerintah pusat akan mendukung, termasuk mencarikan partner dalam pembangunannya dari unsur swasta, baik itu dari swasta dalam negeri maupun swasta negara-negara sahabat yang bisa membangun kawasan industri, kawasan ekonomi yang ramah lingkungan, low carbon economic zone. Harapan kita seperti itu.

Silakan untuk dipikirkan membangun sejumlah industri lokal, tidak perlu banyak-banyak yang penting terwujud, didukung oleh pembangkit listrik, pembangit tenaga listrik kemudian dengan menggunakan hidro dan juga kemungkinan lokalisasi perkebunan, satu di sekitar Timika, satu di sebelah Utara dan di Merauke saya dukung pembangunan cluster perkebunan di Merauke tetap dengan apa yang sudah kita rencanakan menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, lingkungan menjadi sangat-sangat penting, tetapi opportunity, peluang untuk membangun itu tidak boleh kita sia-siakan. Saya berpesan kepada Gubernur Papua, tidak perlu terlalu banyak dulu tahap pertama yang penting riil dan betul-betul dalam waktu 4 tahun bisa dilakukan pembangunan kawasan ekonomi itu.

Untuk Papua Barat, kita harapkan satu kawasan ekonomi yang, antara lain, direncanakan untuk membangun pabrik semen, kemudian juga area peternakan sapi dan juga kedelai. Kedua komoditas yang secara nasional pun kita masih memiliki kekurangan. Dengan demikian, manakala keadaan geografi atau medan di Papua Barat ini bisa menyumbang output kedelai dan daging sapi, tentu akan berguna, baik bagi masyarakat Papua maupun bagi ekonomi nasional kita. Semua itu sekali lagi, adalah sesuatu yang kita harapkan bisa diwujudkan dalam waktu 4 tahun yang output-nya, antara lain, bisa mengurangi sejumlah harga komoditas karena bisa kita produksi di kedua provinsi ini.

Bulan depan, bulan depan, saya akan memimpin rapat khusus untuk ini. Dan kedua gubernur, Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat saya beri kesempatan nanti untuk mempresentasikan rencananya, master plan-nya, dan dengan demikian, pemerintah pusat akan bisa memberikan dukungan sesuai dengan porsi dan sistem yang berlaku.

Inilah saudara-saudara yang ingin saya sampaikan. Saya minta dukungan dari segenap pihak di kedua provinsi ini, dari DPRD, dan komunitas perguruan tinggi, LSM, tokoh adat, agar segera kita tingkatkan ekonomi di kedua provinsi ini agar semuanya akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Itulah saudara-saudara yang dapat saya sampaikan sebagai tambahan. Dan terima kasih kepada Pak Bram dan Pak Bas yang telah ikut membahas secara mendalam semuanya ini dan saya menunggu nanti bulan depan di Jakarta untuk kita matangkan.

Sekali lagi, pesan saya konkret tidak perlu terlalu muluk-muluk, tidak perlu terlalu jauh, yang penting segera terwujud di kedua provinsi ini. Demikian penjelasan saya, saudara-saudara.

Terima kasih.

*****
Biro Pers dan Media
Rumgapres Kepresidenan

sumber : http://www.presidenri.go.id/index.php/pers/presiden/2010/10/15/519.html

baca juga artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements