Friday, October 22, 2010

Penetapan Idul Adha oleh Pemerintah

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..

Liputan6.com, Jakarta: Kementerian Agama mengakui adanya kemungkinan perbedaan hari merayakan Iduladha antara organisasi massa atau ormas Islam tahun ini. Namun, dengan intensifnya pertemuan antarormas Islam, diharapkan perbedaan itu bisa disatukan. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nasaruddin Umar kepada para wartawan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (22/10) petang.

Pihaknya akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Zulhijah 1431 Hijriyah pada 6 November 2010. Sidang ini buat memastikan Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah.

"Pada hari itu akan dilakukan rukyatul hilal sekaligus rapat Badan Hisab Rukyat (BHR) penentuan Iduladha," kata Nasaruddin. Menurut dia, sudah empat tahun ini umat Islam di Indonesia selalu memulai puasa Ramadan dan merayakan hari raya, baik Idulfitri maupun Iduladha secara bersamaan. Kecuali ada sekelompok kecil pengikut tarekat yang merayakannya pada tanggal yang berbeda. "Selama empat tahun ini tidak ada Lebaran ganda," kata Nasaruddin.

Hanya tahun ini, ujar dia, posisi hilal di sebagian Indonesia masih di bawah ufuk dan sebagian lain di atas ufuk, tapi di bawah dua derajat. Posisi ini kritis bagi terjadinya perbedaan, khususnya karena metode dua ormas Islam besar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam menentukan Iduladha tidak sama.

"NU berpedoman rukyat sebagai metode utama, sedangkan hisab sebagai konfirmasi. Sebaliknya Muhammadiyah, metode hisab sebagai metode utama dan rukyatul hilal sebagai konfirmasi," jelas Nasaruddin.

Dikatakannya, Muhammadiyah menurut kalender hisab organisasi ini telah menetapkan 1 Zulhijah 1431H jatuh pada Ahad, 7 November 2010. Dengan demikian, Muhammadiyah memutuskan 10 Zulhijah jatuh pada Selasa, 16 November 2010.

Sementara menurut NU, penentuan awal bulan harus dilakukan dengan rukyat. Kendati untuk di bawah dua derajat, hilal akan sulit terlihat sehingga potensi berbeda pendapat ada. Ia mengatakan, pihaknya berupaya mempertemukan ormas-ormas Islam agar masalah perbedaan hari raya tidak berkembang lebih luas di masyarakat. "Lebaran itu sunah, menyatukan umat itu wajib," tandasnya.(ANS/Ant)

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20101022/tpl-kemungkinan-ada-perbedaan-penetapan-9c562ac.html

baca juga artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements