Thursday, October 21, 2010

Presiden Terharu dalam Peringatan Agraria Nasional

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba terbata-bata saat menyampaikan awal pidatonya pada puncak peringatan 50 Tahun Agraria Nasional, Kamis (21/10/2010) di Istana Bogor, Jawa Barat. Dia mengaku terharu.

Dengan mata berkaca-kaca, dia berujar, "Maafkan saya. Saya terharu melihat tadi," katanya sambil menghentikan pidatonya.

Meski tak menjelaskan apa hal yang membuatnya terharu, Presiden kemungkinan terharu dengan 10 perwakilan petani asal Cilacap yang mendapatkan tanah redistribusi dari negara. Dalam peringatan ini, sebanyak 10 petani didaulat menjadi wakil sekitar 5.100 orang petani yang berhak menerima obyek reforma agraria.

Sebelum Presiden berpidato, 10 petani itu menerima sertifikat yang diserahkan Kepala Badan Pertanahan Nasional, Joyo Winoto. Dalam pidatonya, Presiden menekankan, tanah harus diperuntukkan bagi keadilan dan kesejahteraan rakyat.

"Camkan misi besar ini. Agar di negeri ini rakyat menjadi tuan tanah, tuan yang memiliki bumi dan air yang terkandung di dalamnya," ujar Presiden.

Presiden mengingatkan, konstitusi sudah mengatur bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

"Saatnya telah tiba, kita harus mengimplementasikan cita-cita luhur pendiri republik. Bahwa rakyat harus dapat akses yang lebih besar dan luas agar kesejahteraan semakin meningkat di negeri ini," katanya.

Pada tahun 2010 ini, BPN sudah menetapkan 142.159 hektar tanah yang siap diredistribusikan di 21 provinsi dan tersebar di 389 desa. Ketua BPN Joyo Winoto mengatakan, sebagian tanah merupakan obyek land reform.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2010/10/21/11525285/Presiden.Saya.Terharu.Melihat.Tadi...-4

baca juga artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements