Wednesday, January 26, 2011

Irak Kini Lebih Terbuka dan Selangkah Lebih Maju

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..
GudangMateri.com -  Irak selama ini selalu diberitakan jika ada ”ledakan bom” atau kekisruhan. Padahal, kata Duta Besar Irak untuk Indonesia Ismieal Shafeeq Muhsin, pemerintahan baru Irak saat ini sudah lebih maju dan terbuka.

”Irak sudah tidak seperti dulu lagi,” ungkap Dubes Muhsin, yang juga dokter di bidang kelistrikan dan komputer lulusan Tucson, Arizona, AS, dalam kesempatan kunjungan ke Redaksi Kompas di Jakarta, Selasa (25/1/2011) siang.

Dubes diterima Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun dan Wakil Pemimpin Redaksi Trias Kuncahyono.

Dalam satu bulan ini saja, kata Muhsin, ibu kota Baghdad sudah kedatangan sejumlah pejabat penting negara lain, di antaranya Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton sebelum melawat ke Timur Tengah, awal Januari lalu.

”Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun melakukan kunjungan ke provinsi Irak,” kata Dubes. Rombongan MUI di antaranya Umar Shihab, Ketua Ukhuwah Islamiyah di MUI, beserta stafnya.

”Keamanan di Irak saat ini sudah lebih stabil dan realitas di sana jauh lebih baik daripada apa yang diberitakan oleh media massa internasional,” ungkap Dubes Muhsin.

Investasi luar negeri

Setelah aksi okupasi dan invasi militer asing, yang dipimpin AS dan Inggris pada tahun 2003, Irak berusaha bangkit.

”Irak kini diharapkan dapat menarik investasi luar negeri lebih besar lagi pada tahun ini setelah investor asing yang sebagian besar dari AS, Eropa, negara-negara Teluk, dan Mesir membeli lebih banyak dari yang mereka jual di Bursa Efek Irak pada tahun 2010,” ungkap Dubes Muhsin pula.

Rata-rata ekspor minyak Irak sejak awal Januari 2011, menurut Dubes Irak—mengutip sumber dari Iraq Oil Marketing Company (SOMO)—tercatat lebih dari 2,1 juta barrel per hari dibandingkan dengan bulan Desember 2010 yang hanya 1,9 juta barrel per hari.

”Jika pada bulan Februari nanti semua berjalan lancar dan kondisi cuaca baik, kami bisa melewati angka 2,1 juta barrel per hari. Itu akan menjadi berita yang menggembirakan bagi ekspor Irak,” ungkap duta besar yang pernah menjadi instruktur ahli di Hitachi Data System di University of California San Diego (UCSD), AS, ini.

Dalam soal pertahanan, menurut Dubes, Kementerian Pertahanan Irak dalam waktu dekat juga akan menandatangani kontrak dengan AS untuk membekali tentara Irak dengan senjata tempur canggih, di antaranya pesawat F-16, tank Abrams, dan senjata berat lainnya.

Kedaulatan Irak sudah diserahkan oleh pasukan internasional kepada (pemerintah sementara) Irak waktu itu, tahun 2004. Sampai Desember 2010, pasukan AS di Irak masih berjumlah 50.000 personel. Mereka akan ditarik sepenuhnya dari bumi Irak selambat-lambatnya pada 31 Desember 2011. (SHA/gudangmateri/kompas)

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2011/01/26/09553639/Irak.Kini.Lebih.Terbuka

baca juga artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements