Sunday, February 13, 2011

Mitos - Mitos tentang Valentine

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..
Jakarta - Merayakan valentine atau hari kasih sayang tinggal menghitung hari. Mungkin sudah banyak persiapan yang sudah kamu lakukan, tapi apakah kamu mengetahui adanya mitos seputar valentine ini Namanya juga mitos, bisa dipercaya bisa juga tidak, itu terserah kamu. Tapi setidaknya kamu perlu memperhatikan hal ini.

Berikut ini adalah mitos seputar valentine menurut Andrea Madison yang kami lansir dari Askmen. Sekali lagi, kamu boleh percaya dan boleh enggak.

Everyday is Valentine.

Mitos ini bisa benar bisa tidak. Benar memang jika hari kasih sayang tak harus dilakukan tanggal 14 Februari, namun tiap hari juga bisa kok melakukan perayaan kasih sayang.

Setidaknya sebelum percaya atau membantah mitos ini, kamu harus menyelidiki apakah pacar kamu termasuk orang yang suka merayakan valentine apa tidak. Jika pacar kamu termasuk tipe orang yang percaya valentine, tak ada salahnya kan merayakan valentine berdua. Namun jika pacar kamu termasuk orang yang tidak merayakan valentine, kamu tak perlu memaksakan diri kan

Hubungan Sebentar Tak Boleh Merayakan Valentine.

Mitos ini jelas salah. Valentine bisa dirayakan oelh pasangan siapa saja, tak diukur dari berapa lama kamu berpacaran. Anggap saja hari valentine layaknya hari kencan seperti biasa, sediakan waktu pas hari valentine untuk kencan dengan pacar baru kamu.

Rayakan Valentine Harus dengan Makan Malam.

Ini juga mitos yang salah, merayakan valentine tak harus dengan ritual makan malam. Kamu juga bisa kok merayakan valentine dengan berolah raga bersama, nonton DVD, atau hanya sekedar jalan-jalan.

Valentine hanya Untuk Yang berpasangan.

Mitos ini jelas salah, valentine bisa dirayakan oleh siapapun. Walau kamu jomblo tak punya pacar, kamu bisa merayakan valentine dengan keluarga, teman-teman dan sahabat-sahabat kamu. (Askmen/ARI)

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20110212/twl-mitos-mitos-seputar-valentine-deaf2f6.html

baca juga artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements