Friday, February 25, 2011

Penegak Hukum Gunakan Hati dalam Penegakan Aturan

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..
PANGKAL PINANG — Kementerian Hukum dan HAM akan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Peradilan Anak dengan DPR. RUU itu mengubah sistem pemidanaan pada anak-anak.

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyatakan prihatin banyak anak-anak dipenjara. Karena itu diperlukan revisi peraturan yang memungkinkan hukuman bagi anak-anak tidak harus di penjara.

"Kami mendorong penyelesaian di luar pengadilan yang melibatkan pelaku, korban, dan tokoh masyarakat. Penegak hukum wajib memberlakukan konsep keadilan restoratif itu," ujarnya di sela peresmian Pusat Layanan Hukum di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (25/2/2011).

Konsep itu terutama untuk tindak kriminal kecil dan baru sekali dilakukan. Selain anak-anak, konsep itu akan diberlakukan juga pada orang miskin dan orang tua. "Penegak hukum gunakanlah hati. Jangan jadi benda mati yang kaku pada aturan," ujarnya.

Kementerian Hukum dan HAM juga akan memperkenalkan hakim komisaris. Hakim itu akan bertugas memediasi kasus-kasus kecil yang bisa diselesaikan di luar pengadilan.

"Paradigma pembalasan dalam penghukuman harus dihapus. Tidak pantas ibu-ibu baru pertama kali berjudi dengan barang bukti Rp 1.000 lalu dihukum 6 bulan. Anaknya bisa mati di luar," tuturnya.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2011/02/25/10563720/Peradilan.Anak.dan.Orang.Miskin.Direvisi

baca juga artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements