Monday, March 21, 2011

Banjir Lahar Dingin kembali menerjang Magelang

Do you want to share?

Do you like this story?

Jadi penggemar di Facebook ...
Bagikan artikel ini ..
Banjir lahar dingin Gunung Merapi yang menerjang tiga sungai di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, membuat panik masyarakat. Banjir tersebut menjebol tanggul yang dibangun Balai Besar Sungai Serayu Opak (BBWSO) di lima titik di Kali Putih.

Banjir diketahui juga menyebabkan tewasnya satu orang laki-laki tanpa identitas di sekitar jembatan Kali Pabelan di Dusun Prumpung, Desa Taman Agung, Kecamatan Muntilan, Magelang.

Dari hasil pantauan detikcom di Kali Putih, kelima titik tanggul buatan yang jebol adalah di Dusun Gempol, Desa Jumoyo; Dusun Krapyak Desa Seloboro (2 titik); Dusun Salakan, Desa Sirahan (2 titik).

Akibatnya material lahar berupa pasir, lumpur dan puing-puing kayu besar dan kecil menerjang sejumlah sungai kecil seperti Kali Jengking, dan Kali Bagus. Keduanya berada di perbatasan antara Kecamatan Salam dan Kecamatan Ngluwar, Magelang.

Lahar juga menggenangi ruas jalan alternatif Ngluwar-Blongkeng dan Tegalsari-Karang Sanggrahan. Material berupa batu dan pasir telihat menutup badan jalan setinggi kurang lebih setengah meter.

Seorang pengendara sepeda motor tewas akibat bertabrakan dengan sebuah truk di kawasan Dusun Prumpung, Desa Tamanagung, Muntilan. Menurut keterangan Kanit Regident Satlantas Polres Magelang Iptu Eko Mardiyanto, laki-laki tak dikenal itu panik saat mengetahui terjadi banjir dan memutar balikan laju sepeda motornya.

Laki-laki yang tadinya akan ke Yogya dari arah Kota Magelang itu mengalami kecelakaan saat memutarbalikan motornya. Sampai di tengah–tengah jalan ia langsung dihantam dan dilindas truk dari arah Yogya.

"Saat memutar dalam kondisi panik dia langsung ditabrak oleh sebuah truk. Belum jelas identitasnya. Sebab, laki-laki itu saat mengendarai motornya hanya membawa STNK saja. Tidak membawa KTP, SIM atau tanda pengenal lain. Laki-laki itu memiliki ciri-ciri tinggi 170 cm dan berkulit coklat, berambut cepak dan berbadan gempal," ungkap Eko saat dikonfirmasi detikcom melalui ponselnya.

Petugas Lakalantas Polres Magelang hanya mengetahui dan mengira bahwa laki-laki itu warga Temanggung dari STNK-nya yang menyebutkan dan bernopol jenis wilayah Temanggung. Jenazah korban saat ini sudah menjalani pemeriksaan otopsi sementara di Kamar Mayat RSU Muntilan Jl Kartini, Magelang.

"Laki-laki. Dia menderita luka pada kepala. Bisa dibilang gegar otak berat. Akibat benturan keras dikepala dan luka patah dikaki sebelah kanan. Mungkin karena dilindas truk," jelas dokter jaga UGD RSUD Muntilan, Magelang saat ditemui detikcom di UGD usai melakukan pemeriksaan jenazah korban bersama tiga perawat.

Sampai berita ini diturunkan, jenasah laki-laki itu dimasukan ke dalam kotak pendingin jenazah dan belum juga diambil oleh pihak keluarga.

Usai jalan Magelang-Yogya dibuka, kondisi aspal jalan raya tergerus oleh alat berat saat pembersihan lahar dingin. Sehingga jalan tersebut menjadi bergelombang.

Selain itu, kondisi jalan gelap gulita karena beberapa tiang listrik dan telepon roboh akibat terjangan lahar dingin. Untuk itu, pengendara dimintai berhati-hati jika melintasi jalan Raya Magelang-Yogya Km 13.(irw/irw)

Senin, 21/03/2011 22:42 WIB
sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/03/21/224240/1597988/10/panik-ada-banjir-lahar-dingin-merapi-pemotor-tewas-tertabrak-truk

baca juga artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements